Minggu, 27 November 2011

A.FIRING ORDER, TABLE SEQUENCE DAN VALVE TIMING PADA MOTOR DIESEL.

1.Firing Order.

Firing Order adalah urutan pembakaran yang terjadi pada engine yang mempunyai jumlah cylinder lebih dari 1 ( satu ).

Contoh :

Engine dengan 4 cylinder, mempunyai firing order ( F.O ) = 1 - 2 - 4 - 3, maka proses pembakaran dimulai dari cylinder No.1, dilanjutkan silinder No.2, No.4 dan No.3.

Tujuannya adalah untuk meratakan hasil power, agar gaya yang ditimbulkan oleh piston seimbang ( balance ). Baik pada saat kompresi, maupun pembakaran, tidak menimbulkan puntiran pada getaran yang tinggi.

Pada motor diesel 4 langkah dengan 1 cylinder, piston bergerak 4 kali, menghasilkan satu kali pembakaran. Atau dua kali putaran crank shaft, menghasilkan 1 kali pembakaran.

2.Table Sequence.

Adalah suatu table yang menyatakan urutan langkah dan urutan pembakaran yang terjadi pada engine, baik engine dengan satu cylinder atau lebih.

a. Table sequence untuk mesin diesel 1 cylinder.




Beda langkah dari TDC ke BDC = 180º

b. Table Sequence untuk mesin diesel 4 cyilinder.











Firing order ( F।O ) = 1 - 2 - 4 - 3।






Beda langkah setiap cylinder = 720 : 4 = 180



Firing order ( F.O ) = 1 - 3 - 4 - 2.







Beda langkah setiap cylinder = 720 : 4 = 180



c. Table Sequence untuk 6 cylinder.









Firing Order ( F O ) = 1 – 5 – 2 – 6 - 3 - 5 dan 1 – 5 – 3 - 6 - 2 - 4

















Beda langkah setiap cylinder = 720 : 6 = 120



3.Valve Timing.

Adalah saat membuka dan menutup valve intake dan valve exhaust.Misalkan engine Komatsu 6D125 series dengan data - data sebagai berikut :



- Firing Order ( F O ) = 1 - 5 - 3 - 6 - 2 - 4.

- Valve intake terbuka = 20 B T D C ( Before top dead center ).

- Valve intake menutup = 30 A B D C ( After bottom dead center ).

- Valve exhaust membuka = 45 B B D C ( Before bottom dead center ).

- Valve exhaust menutup = 15 A T D C ( After top dead center ).
















Dari data tersebut, dapat diketahui panjang langkah dari engine Komatsu 6D125 series adalah sebagai berikut :

- Intake stroke = 20 + 180 + 30 = 230.

- Compression stroke = 180 - 30 = 150.

- Power stroke = 180 - 45 = 135.

- Exhaust stroke = 45 + 180 + 15 = 240.

Total stroke = 230 + 150 + 135 + 240 = 755.

Jadi over lapping = 755 - 720 = 35.

Fungsi over lapping adalah untuk mengadakan pembilasan gas bekas sisa pembakaran di dalam cylinder ( ruang bakar ). Hal ini terjadi pada saat exhaust valve belum tertutup dan intake valve sudah terbuka.

Untuk pembuatan Table Sequence yang sebenarnya, dalam perhitungan sesuai dengan data diatas

- Akhir power = 0 + 135 = 135.

- Akhir exhaust = 135 + 240 = 375.

- Awal intake = 375 - 35 = 340.

- Akhir intake = 340 + 230 = 570.

- Akhir compression = 570 + 150 = 720.

Untuk silinder 2 dan seterusnya, dihitung dengan cara yang sama setelah perhitungan tersebut dibuat, dapat dibuat table sebagai berikut :





















Kesimpulan :

Dilihat dari putaran crank shaft, maka terjadi over lapping power, yaitu power cylinder 1 belum berakhir sudah disusul dengan power cylinder 5 dan seterusnya.

Table sequence dapat digunakan untuk membuat table valve adjusment dengan 2 putaran crank shaft.Seperti pada gambar dibawah ini :





Related Post:

Read more: Pasang Related Post (baca juga yang lain nya)Dengan Fungsi Scroll | ALI BLOGGERS COMMUNITY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar