Rabu, 25 Mei 2011

Mesin Bubut

Mesin Bubut adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja.
Prinsip kerja mesin bubut yaitu: poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada bagian yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan.
Gambar berikut adalah gambar mesin bubut beserta komponen-komponennya:
Pada hari Kamis kemarin ini dimulailah praktikum pertama gw untuk mata kuliah Proses Manufaktur I (MS3120). Gw termasuk ke dalam anggota kelompok 16 bersama dengan fren Handrian, Erwin, Bayu, dan Hendy. Praktikum dimulai pada pukul 13.30 di laboratorium Teknik Produksi Mesin ITB dan yang menjadi asisten kelompok kami adalah Ginanjar Tanuwihardja.
Praktikum pertama bagi kelompok kami adalah praktikum modul PM-01 yaitu “Proses Bubut”. Sebelum praktikum dimulai diadakanlah Tes Awal dan Tugas Pendahuluan pun dikumpulkan pada asisten. Untuk tes awal pada praktikum ini hampir semua soal yang diberikan asisten berasal dari soal TP sehingga mempermudah kami dalam mengerjakan soal-soal yang ada. Praktikum Prosman ini sangat berbeda dengan beberapa praktikum yang telah kami lewati seperti praktikum Material Teknik serta praktikum Sifat & Struktur Material, dimana pada kedua praktikum ini kami lebih banyak berbicara dibandingkan dengan praktikumnya (talk more do less) karena setelah tes awal asisten akan membahas semua tes awal dan bertanya mengenai beberapa materi yang masih berhubungan dengan soal yang ditanyakan. Terkadang ada beberapa asisten yang tidak berperasaan! Karena asisten tersebut bertanya mengenai pertanyaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan soal tes awal maupun materi praktikum yang akan dilaksanakan.
Berbeda dengan kedua praktikum di atas, praktikum Prosman ini terasa lebih santai dan menyenangkan karena asistennya yang santai dan baik hati. Saat mengerjakan tes awal kami diperbolehkan membuka buku atau modul dan porsi praktikumnya lebih besar daripada pembahasan tes awal bersama asisten (talk less do more). Lagipula pada praktikum ini selain mengetahui teori tentang proses bubut kami juga bisa mempraktikan proses bubut ini secara langsung sehingga praktikum ini terasa lebih menarik dibandingkan dengan praktikum Matrek dan SSM yang terkadang kami hanya menyalin data percobaan yang sudah ada tanpa pernah melakukan praktikumnya.
Setelah tes awal dan sedikit pembahasan soal tes awal kami pun mencoba mesin bubut secara langsung dengan instruksi yang diberikan asisten. Demi keselamatan kerja, kami menggunakan kacamata pelindung.

Langkah-langkah yang kami lakukan saat praktikum adalah:
1. Persiapan proses bubut, yaitu menyiapkan peralatan-peralatan untuk proses bubut.
2. Persiapan mesin, pemasangan pahat dan benda kerja.
3. Proses meratakan permukaan (facing).
4. Proses reduksi diameter
5. Proses pembuatan alur
6. Proses pembuatan ulir

Perataan permukaan (facing):
Pada proses ini yang kami lakukan adalah meratakan permukaan benda kerja. Benda kerja diam sedangkan pahatnya digerakan mendekati permukaan benda kerja untuk menghasilkan permukaan yang kita inginkan.

Reduksi diameter:
Dalam proses ini kami mencoba untuk mereduksi diameter suatu benda kerja atau membuat celah dengan cara memutarkan benda kerja pada sumbu putarnya dan menggerakkan pahat pada benda kerja hingga permukaan benda kerja terkikis sesuai dengan ukuran yang kita inginkan.

Pembuatan celah (cutting off):
Proses ini membuat celah pada benda kerja dan dilanjutkan dengan proses membuat ulir.

Pembuatan ulir (threading):
Proses yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan ulir pada benda kerja. Sebelum membuat bentuk ulir, kita harus membuat celah terlebih dahulu supaya saat membuat ulir tidak terjadi tabrakan antara pahat dengan bagian benda kerja sepanjang bagian yang berulir.


Gambar diatas merupakan beberapa jenis pahat yang digunakan dalam proses bubut.

Setelah semua praktikan mencoba membubut semua proses di atas itu praktikum kami pun berakhir dengan hati yang puas oleh ilmu yang telah kami dapatkan. Semoga ilmu yang didapat disini bisa dimanfaatkan di kemudian hari...



Related Post:

Read more: Pasang Related Post (baca juga yang lain nya)Dengan Fungsi Scroll | ALI BLOGGERS COMMUNITY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar